Mengulik Sepak Terjang "Bandar" di Pasar Saham
Satu kali, waktu jalan-jalan dalam suatu pasar tradisionil, saya lihat satu toko sembako yang lumayan ramai didatangi konsumen setia. Bila disaksikan dari penampilannya, sebenarnya toko itu terlihat biasa saja. Tidak ada yang spesial dari toko itu, terkecuali situasi gudangnya yang disesaki oleh beberapa barang, seperti mie instant, kopi, kecap, terigu, serta sabun.
| Sisi Kaki Ayam Bangkok Yang Diminati |
Walau demikian, anehnya, terdapat beberapa orang yang berkerubung disana. Meskipun cuaca cukup terik pada saat itu, tetapi mereka ikhlas antre lumayan lama untuk beli beberapa barang keperluan setiap hari di toko itu.
Sesudah saya menanyakan sana-sini, pada akhirnya saya jadi tahu jika toko barusan rupanya adalah salah satunya "bandar" di pasar itu. Disebutkan demikian sebab toko itu dapat "mainkan" harga sekehendak hati.
Contoh, bila pedagang lain jual satu barang pada harga 10 ribu per piece, karena itu toko itu dapat menempatkan harga yang bertambah rendah, sebutkanlah 9 ribu per piece.
Meskipun berkesan demikian tipis, tetapi dari keuntungan itu, toko itu rupanya mampu bertahan serta berubah. Akhirnya, posisi untuk "bandar" pasar juga menempel pada toko itu.
Kehadiran "bandar" rupanya tidak cuma ada di pasar tradisionil, dan juga di pasar saham. Seperti "bandar" di pasar tradisionil, "bandar" di pasar saham memiliki modal yang besar serta dapat mainkan harga. "Bandar" berikut sebagai "pasar maker" dalam berinvestasi saham.
Panggilan "bandar" di pasar saham kemungkinan berkesan negatif sebab sama dengan perjudian. Walau sebenarnya sebenarnya tidak begitu.
Karena, bila menelisik asal-usulnya, karena itu kita akan ketahui jika yang disebutkan "bandar" sebenarnya adalah individu atau perusahaan yang bertransaksi saham dalam jumlah yang besar.
Jadi, panggilan "bandar" dapat merujuk pada investor ritel, perusahaan reksadana, pengelola dana pensiun, dan lain-lain, yang mempunyai dana banyak serta arah spesifik atas transaksi saham yang dilakukan, dari mulai mendapatkan keuntungan, mengakuisisi perusahaan, sampai merekayasa harga.
Sebab dana yang ditransaksikan demikian besar, karena itu jangan bingung, waktu "bandar" berbelanja saham, harga dapat naik tajam dalam tempo yang relatif cepat. Demikian juga seharusnya, saat "bandar" jual saham, karena itu harga juga bisa turun cukup dalam.
